Berhubung gue mahasiswa Desain Grafis, gue mendapat tugas untuk membuat karya seni dengan media video (Video Art). sebenernya bukan gue doang yang dapet tugas ini, temen gue sekelas yang lain juga. untungnya tugas ini dikerjain secara kelompok jadi engga puyeng-puyeng banget nyari ide sama nyisipin maksud dari video yang kelompok gue buat. langsung aja ya di cek videonya
Wednesday, January 15, 2014
Friday, January 3, 2014
First Post: Ya, Namanya Juga Buat Tugas
Tulisan dibawah ini gue buat untuk melengkapi tugas bahasa indonesia. Berhubung punya draft, kenapa ga gue terbitin disini, ye ga?. So, enjoy!
Sewaktu kecil saya sering sekali menolak makanan yang diberikan oleh orang tua saya, bukan karena saya adalah tipe orang yang selalu memilih makanan, tetapi saya adalah tipe orang yang tidak mau diganggu ketika sedang melakukan sesuatu. Tentu saja cerita diatas, tidak benar. Karena jika memang begitu adanya, maka badan saya sudah pasti tidak mempunyai timbunan lemak di sana dan di sini. Saya memang sangat suka memilih-milih makanan. Lebih memilih karbohidrat dan protein, daripada vitamin dan mineral yang terdapat di dalam buah maupun sayuran. Sampai pernah suatu ketika saya di hukum oleh orang tua saya untuk tidak tidur di kamar saya, sampai saya bisa menghabiskan satu buah jambu air tanpa memberikan se-cuil pun kepada burung Beo yang kami pelihara dirumah. Karena memang, jika saya disuruh untuk makan buah pasti saya akan diam diam memberikan kepada Beo peliharaan kami. Sampai akhirnya ayah saya mengetahui perbuatan tersebut mengetahuinya dan mulai memindahkan sangkar burung nya ketempat yang tidak dapat dijangkau oleh anak kecil. Saya pun awalnya memilih untuk tidak menyentuh sama sekali jambu air tersebut, jika saja waktu itu hewan yang bernama nyamuk belum diciptakan saya pasti sudah tidur dengan nyamannya di sofa ruang tamu dengan damai dan tentram.
Sampai pada saat masuk ke Sekolah Menengah Atas pun saya paling susah membuka mulut saya untuk makanan yang berjenis buah-buahan. Entah karena rasanya, atau memang luka traumatik yang saya alami sewaktu kecil, pemaksaan memakan buah yang dilakukan orang tua saya. Terutama saat mereka menyuruh saya untuk memakan bayam, katanya “Ardy, kamu harus rajin makan supaya kuat seperti Poppye” well, pada waktu itu saya berfikiran bahwa mereka hanya berusaha membujuk saya agar makan bayam. Setelah saya beranjak dewasa, saya baru menyadari bahwa para pelajar SMA yang senang sekali melakukan tawuran adalah contoh bagaimana orang tua mereka salah membujuk anak mereka memakan bayam sewaktu kecil.
Sebenarnya, tidak ada yang salah sama sekali dengan sayur-mayur maupun buah-buahan. Rasanya yang manis, kadang asam, kadang pahit, warnanya yang cerah sangat menarik, bukan? Tidak ada satupun alasan untuk tidak memakannya, maka dari itu saya mencoba membuka pintu untuk sayur dan buah. Selain hal yang saya sebut diatas, ada alasan lain mengapa saya mulai mengkonsumsi buah dan sayuran. Ya, saya menyadari bahwa biaya yang dikeluarkan untuk kesehatan tidaklah murah dan penyakit bisa menyerang kapan pun tanpa permisi. Perlahan kesadaran akan pentingnya kesehatan itu muncul, ketakutan akan hal yang bisa terjadi akibat kekurangan vitamin mulai menghantui setiap malam, meski hanya pada saat malam itu saja saat bangun tidur pagi harinya berjalan seperti tidak ada yang terjadi, yang mengakibatkan kembali lupa untuk mengkonsumsi buah maupun sayur.
“Makan Satu Buah Apel Setiap
Hari, Akan Menjauhkan Dokter Darimu”
Jika melihat dari judulnya, yang saya ambil dari pepatah orang asing yaitu
“Eat an Apple a Day, Keep The Doctors
Away”, pasti kamu mengira kalo cerita yang saya buat adalah cerita yang
penuh teori yang membosankan, bisa juga cerita yang bermaksud untuk “menggurui”
tentang pola hidup-mu agar menjadi lebih baik. Sebenarnya, cerita yang kamu
baca sama sekali tidak ada unsur yang saya sebutkan sebelumnya, cerita ini
hanyalah pengalaman yang saya ingin bagikan kepada kamu, yang saya kemas secara
komedi (semoga lucu) dan bertujuan untuk menghibur semata, jadi jika ada
perkataan yang kurang sopan harap dimaklumi, karna ini sifatnya hanya komedi.
Nama saya Ardy Nadyanto Syahputra, biasa dipanggil Ardy, bukan Anto karena
saya memang bukan seorang musisi dan suami dari Melly Goeslaw. Saya hanya seorang anak lelaki biasa pada
umumnya banyak kekurangan dan banyak kelebihan lemak di bagian perut. Bukan,
perwujudan dari seorang lelaki yang menjadi idaman para wanita-wanita cantik
maupun orang tua mereka (kata-nya).
Sewaktu kecil saya sering sekali menolak makanan yang diberikan oleh orang tua saya, bukan karena saya adalah tipe orang yang selalu memilih makanan, tetapi saya adalah tipe orang yang tidak mau diganggu ketika sedang melakukan sesuatu. Tentu saja cerita diatas, tidak benar. Karena jika memang begitu adanya, maka badan saya sudah pasti tidak mempunyai timbunan lemak di sana dan di sini. Saya memang sangat suka memilih-milih makanan. Lebih memilih karbohidrat dan protein, daripada vitamin dan mineral yang terdapat di dalam buah maupun sayuran. Sampai pernah suatu ketika saya di hukum oleh orang tua saya untuk tidak tidur di kamar saya, sampai saya bisa menghabiskan satu buah jambu air tanpa memberikan se-cuil pun kepada burung Beo yang kami pelihara dirumah. Karena memang, jika saya disuruh untuk makan buah pasti saya akan diam diam memberikan kepada Beo peliharaan kami. Sampai akhirnya ayah saya mengetahui perbuatan tersebut mengetahuinya dan mulai memindahkan sangkar burung nya ketempat yang tidak dapat dijangkau oleh anak kecil. Saya pun awalnya memilih untuk tidak menyentuh sama sekali jambu air tersebut, jika saja waktu itu hewan yang bernama nyamuk belum diciptakan saya pasti sudah tidur dengan nyamannya di sofa ruang tamu dengan damai dan tentram.
Sampai pada saat masuk ke Sekolah Menengah Atas pun saya paling susah membuka mulut saya untuk makanan yang berjenis buah-buahan. Entah karena rasanya, atau memang luka traumatik yang saya alami sewaktu kecil, pemaksaan memakan buah yang dilakukan orang tua saya. Terutama saat mereka menyuruh saya untuk memakan bayam, katanya “Ardy, kamu harus rajin makan supaya kuat seperti Poppye” well, pada waktu itu saya berfikiran bahwa mereka hanya berusaha membujuk saya agar makan bayam. Setelah saya beranjak dewasa, saya baru menyadari bahwa para pelajar SMA yang senang sekali melakukan tawuran adalah contoh bagaimana orang tua mereka salah membujuk anak mereka memakan bayam sewaktu kecil.
Sebenarnya, tidak ada yang salah sama sekali dengan sayur-mayur maupun buah-buahan. Rasanya yang manis, kadang asam, kadang pahit, warnanya yang cerah sangat menarik, bukan? Tidak ada satupun alasan untuk tidak memakannya, maka dari itu saya mencoba membuka pintu untuk sayur dan buah. Selain hal yang saya sebut diatas, ada alasan lain mengapa saya mulai mengkonsumsi buah dan sayuran. Ya, saya menyadari bahwa biaya yang dikeluarkan untuk kesehatan tidaklah murah dan penyakit bisa menyerang kapan pun tanpa permisi. Perlahan kesadaran akan pentingnya kesehatan itu muncul, ketakutan akan hal yang bisa terjadi akibat kekurangan vitamin mulai menghantui setiap malam, meski hanya pada saat malam itu saja saat bangun tidur pagi harinya berjalan seperti tidak ada yang terjadi, yang mengakibatkan kembali lupa untuk mengkonsumsi buah maupun sayur.
Mulai Lagi Dari Awal
yoyoyo, ssup my nigga?!
Setelah sekian lama engga nge-bloging, akhirnya balik lagi nulis.. ya doain aja bisa jadi artis yah...
Kalo (ada) yang mau liat blog gue sebelumnya bisa cek kesini drawnintothewater.blogspot.com . Salah satu alasan gue buat blog baru ya, gara-gara url-nya ribet -_- .
Selamat membaca folks :)
Setelah sekian lama engga nge-bloging, akhirnya balik lagi nulis.. ya doain aja bisa jadi artis yah...
Kalo (ada) yang mau liat blog gue sebelumnya bisa cek kesini drawnintothewater.blogspot.com . Salah satu alasan gue buat blog baru ya, gara-gara url-nya ribet -_- .
Selamat membaca folks :)
Subscribe to:
Posts (Atom)