Thursday, November 20, 2014

11th Post: Untitled

Things are getting more complex lately, things that i was never thought of come into a reality. Fuck it.


Tuesday, November 18, 2014

10th Post: Faith (Sensitive Post)

"Harga bbm naik, semua ikut naik!", "Kebijakan yang tidak pro rakyat miskin", "Baru jadi presiden udah berani naikin harga bbm", "Itu tuh presiden yg katanya bisa bawa perubahan".

Petikan - petikan diatas adalah kalimat - kalimat yang gue temuin di media sosial, maupun forum berita digital. Menggambarkan betapa egois dan manja-nya masyarakat negara gue tinggal, Indonesia.

Banyak statement yang bikin gue menghela nafas, diantaranya:

1. Harga BBM naik semua ikut naik.

Harga bbm bukan dinaikan, tetapi subsidinya dikurangin. Apa semua yang menyerukan kalimat diatas orang yang tidak ingin standart negaranya ini ikut naik? Kenapa kalian begitu senang berada dibawah?

2. BBM naik, memberatkan rakyat miskin.

Bapak Presiden RI kita, Ir. Joko Widodo sewaktu debat Capres/Cawapres sudah bilang kalau akan mengalihkan subsidi BBM yang terlalu banyak itu, untuk perbaikan infrastruktur negara. Dan sebagai gantinya ada yg namanya Kartu Keluarga Sejahtera (CMIIW), Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar yang di peruntukan bagi masyarakat miskin. Lagi pula, yang meneriakan kalimat diatas apa semuanya orang miskin? Kenapa harus bangga kalau kalian miskin? Nabi Muhammad aja mengharuskan kita menjadi orang mapan.

3. Harga minyak dunia turun, kenapa Indonesia naik?

Coba deh dibandingin sama negara lain, walaupun dinaikin, harga bensin subsidi Indonesia ENGGAK lebih mahal ko.


Kebijakan itu engga selalu yang buat hati kita senang. Coba di inget waktu kecil dulu kebijakan apa yang orang tua kita buat sampai sampai kita kesel dengan apa yang telah orang tua kita perbuat dengan kebijakannya. Dan sekarang kalian lihat diri kalian sendiri, tanyakan dalam hati "kalau saja waktu itu gue menentang apa yang telah ditetapkan oleh orang tua gue, bakal kek apa ya jadinya sekarang?".

Gue sendiri bukanlah orang yang tumbuh dilingkungan keluarga yang ber"ada". Maka dari itu, gue sekarang sedang berusaha keras untuk merubah status ekonomi dan sosial keluarga gue agar suatu saat nanti bisa hidup lebih baik lagi dan bisa bermanfaat bagi orang disekitar gue.

Jadi, mau ikut gue merubah hidup jadi lebih baik lagi, atau lebih senang dimanja dengan subsidi dan meneriakan kalo diri lo orang miskin?

Saturday, November 8, 2014

9th Post: a Letter to Nadia

It's not a long journey, yet. But we've been through a lot of things. Not even a word could describe it. But look at us yesterday, how we exchanging body heat at those seats, how we cries spill out our fears, and when you said that i'm just one of those denial guys, we still have each other.

You're one of a kind, you are the only one who makes me break my own promise that i will not write anything about my life partner, here, on this blog.

Do you know why? It's because I just can't resisst those eyes.

Do you know what keeps me waiting? It is your touch and your perfect smile.

"One day dear, you will understand that it's not a sleep that keeps me dreaming. It is always you that keeps me dreaming"

Wednesday, November 5, 2014

8th Post: Consciousness

Awalnya gue mengira hidup semakin mudah karna gue menghadapinya, ternyata gue cuma berjalan membelakanginya secara perlahan.

Entah sudah berapa lama, tapi stelah mendengar ucapan temen gue yang "bener"nya kadang-kadang kalo "hidup itu bukan cuma lo yang jalanin, jangan ngebebanin diri sendiri terlalu berat. Apa gunanya lo ngerencanain masa depan kalo masa sekarang lo ga jelas", gue tersadar.

Terima kasih teman,
ANS