Belakangan ini gue ngerasa kalo banyak orang yang sudah mulai berkurang logika dan rasa toleransinya. contoh yang paling gampang dan lagi booming akhir akhir ini adalah pemilihan capres dan yang paling terbaru kasus sebuah kelompok yang mengatas namakan agama yang ingin Indonesia menjadi negara Islam. sebenernya apa yang salah sih?
Sewaktu pemilihan calon presiden kemaren, indonesia kepecah jadi 2 kubu. Kubu yang menginginkan indonesia kuat dan yang katanya ingin 'menyelamatkan' indonesia, sedangkan kubu yang satu lagi adalah kubu yang sangat Humble (menurut orang pencitraan) dan sangat menghargai Pluralisme.Gue menulis ini bukan karna mendukung salah satu kubu ataupun menghasut, hanya ingin membagi apa yang gue lihat dari kacamata gue.Memang gue bukanlah siapa siapa di bidang politik, tapi untuk perduli tentang negara gue kira gue punya hak untuk itu. Terlepas dari siapa saja orang orang yang berada di balik capres kita waktu itu, gue lebih tertarik untuk melihat bagaimana cara temen-temen gue mendukung calon presiden pilihan mereka.
Kebanyakan yang gue lihat dari aktivitas mereka di sosial media, pendukung capres pertama cenderung menjelek-jelekan capres satunya, dan ketika gue tanya "apasih yang sudah dilakukan capres pilihan lo, 4 tahun belakangan?" beberapa dari mereka tidak tahu apa apa, mereka hanya tidak ingin indonesia mempunyai presiden yang jadi "boneka" seseorang. Dan hal sebaliknya terjadi pada pendukung capres kedua ketika gue tanya dengan pertanyaan yang sama kebanyakan dari mereka menjawab beberapa prestasi yang dilakukan oleh capres kedua, ketimbang menjawab tidak ingin indonesia mengulang tragedi '98. Gue pun sebagai rakyat sipil biasa tidak ingin kejadian itu kembali terulang, tapi sampai saat ini juga belom terbukti siapa yang menjadi dalang tragedi '98.
Dari beberapa kejadian diatas gue pun sudah bisa memutuskan siapa yang gue pilih sebagai presiden.
Disamping banyaknya isu mengenai capres kemaren kita sudah bisa melihatkan, bagaimana kebanyakan orang di indonesia sudah mulai hilang rasa toleransinya. Malah sampai ada yang menghina saudara sebangsanya seperti "orang indonesia dikasih blusukan doang udah seneng" atau "orang lagi debat capres malah presentasi Kartu Indonesia Sehat, situ capres apa sales?". Jangan sampai nantinya tagline "orang baik engga boleh tinggal di Indonesia" contohnya? Bapak Habibie dan Ibu Sri Mulyani. Sewaktu tulisan ini gue buat, gue dapet isu yang belom tentu kebenarannya bahwa Ketua KPU mau diculik. What the fuck is happen with this country?
Belom selesai masalah tentang ketidak-adilan dalam PEMILU, muncul lagi masalah terorisme. Sebuah kelompok yang menginginkan terbentuknya sebuah negara islam baru di timur tengah, muncul di indonesia. Yang menunjukan kebrutalannya dengan nembakin orang yang dianggap kafir oleh mereka di internet. Bukannya urusan akhlak itu urusan para malaikat dan Allah sendiri?. Gue sendiri juga kurang paham apa tujuan kelompok tersebut sebenarnya, ada yang bilang kalo kepentingan politik yang dibalut dengan agama. entahlah, gue juga bingung.
Seandainya saja negara ini di isi dengan orang orang yang polos dan tulus seperti anak kecil yang gue lihat di kereta waktu itu.Ada dua anak kaka beradik yang menenangkan anak kecil yang sedang merengek di pangkuan ibunya dengan cara mengajaknya bermain. Dengan polosnya kini mereka tertawa bersama, melihat pemandangan dari dalam kaca bersama, tanpa memandang siapa dia, apa latar belakangnya. namun keceriaan tersebut hanya bertahan dalam beberapa jarak stasiun, karna kaka beradik itu sudah sampai di stasiun tujuannya. mereka pun melambai kepada anak kecil tersebut, lalu dia membalasnya dan begitu seterusnya.
Indah kan? kalau saja kita bisa seperti 3 anak kecil tersebut.
Tapi, ego tidak mudah dikalahkan.
And this world isn't that big to keep your unnecessary ego.
No comments:
Post a Comment