Beberapa hari ini gue ngerasa seperti tete tanpa beha, terombang ambing, ora karu - karuan. Sebenernya bukan beberapa hari ini aja tapi udah lumayan lama sejak bokap gue meninggal.
Semenjak bokap gue meninggal, gue perlahan kehilangan sosok yang bisa selalu gue lihat punggungnya. Gue mencari dan terus mencari seseorang yang bisa gue lihat punggungnya. Banyak orang yang tadinya gue pikir bisa jadi panutan gue, tapi ya ternyata ekspektasi gue terlalu jauh. Dan akhirnya gue mencari lagi.
Sebagai anak laki - laki yang usianya bukan anak - anak lagi, gue sadar kalo hidup itu bukan hanya bahagia tapi juga ada fase susahnya, dan dinamika lainnya yang membuat kata 'hidup' punya makna. Kalo ngambil kata - kata orang yang paling gue kagumin saat ini adalah "Hidup itu yang penting cukup" kata - kata itu keluar dari senyum manisnya. Emang bener, semua yang kita miliki itu harus cukup, kalo berlebih ya diamalin buat orang yang butuh. Tapi gue sendiri masih suka nanya apa sih arti cukup?
"Mau beli mobil, cukup. Mau beli rumah, cukup.
Mau jalan - jalan keluar Negri, cukup. Mau nikah, cukup."
Sampe sekarang gue juga masih belom tau mau ngapain sama hidup gue. Gue suka nulis, gue suka musik, gue suka film, dan yang paling penting gue suka sama kamu. Ketika gue nyoba buat nekunin satu bidang tertentu, gue suka tiba - tiba kealih perhatiannya ke hal lainnya, dan voila, gue tiba - tiba ninggalin yang lama dan nekunin yang baru. Terkadang gue sendiri suka mikir apa gue ADD (Attention Deficit Disorder) ya?.
Kalo lo sendiri, udah tau mau ngapain sama hidup lo?
Well, balik lagi ke topik awal.
Nyari orang yang bisa kita contoh di era internet kayak sekarang itu bukan hal yang susah lagi. Contohnya, kita bisa baca blog orang - orang terkenal yang kita tau (kalo gatau, ya " just, google it! "). kalo gue sendiri, gue termasuk pembaca, mungkin bisa dibilang 'setia' blog ini http://rediscoveringatlantis.blogspot.com . Gue, iri. Gue iri bagaimana cara si penulis expressing the world through the words. Setiap tulisan, setiap postnya, dan mungkin seluruh blognya adalah contoh bagaimana hal yang biasa aja sebenernya, jadi menarik buat dibaca dan mungkin, dicontoh. Dan sedikit banyak, tulisan penulis sudah menginspirasi gue.
Semakin tua usia seseorang, semakin banyak jenis - jenis manusia yang ditemui. Dari yang egois, pinter, baik, bodoh, cuek, yang tulus, yang pura - pura dan banyak lagi lainnya. Semakin banyak ketemu orang, semakin bisa menyadarkan kalo hidup itu engga seindah cerita buatan Disney. Kenapa? dari banyak karakter manusia di dunia ini ga ada satupun orang yang ikhlas buat disakitin atau simplenya dibuat rugi. Makanya, engga sedikit orang di dunia ini yang jadi licik. But, the worst thing is even your dearest friends could stab you from behind.
Semakin tua usia seseorang, semakin banyak jenis - jenis manusia yang ditemui. Dari yang egois, pinter, baik, bodoh, cuek, yang tulus, yang pura - pura dan banyak lagi lainnya. Semakin banyak ketemu orang, semakin bisa menyadarkan kalo hidup itu engga seindah cerita buatan Disney. Kenapa? dari banyak karakter manusia di dunia ini ga ada satupun orang yang ikhlas buat disakitin atau simplenya dibuat rugi. Makanya, engga sedikit orang di dunia ini yang jadi licik. But, the worst thing is even your dearest friends could stab you from behind.
Untuk sekarang, gue sudah menemukan orang yang bisa membimbing gue ke arah yang lebih baik lagi, orang yang bisa gue lihat punggungnya, orang yang gue kagumin setiap tulisannya, orang yang selalu bisa buat gue senyum disaat dunia buat gue merasa sendiri, orang yang ga bisa digambarin dengan titik ataupun garis, karena gue dia terlalu indah untuk digambarkan lewat goresan diatas kertas. I don't really know how long it will goes.
But.
I Love You.
She loves you back.
ReplyDelete