"Oh, crystal ball, crystal ball
Save us all, tell me life is beautiful. Mirror, mirror on the wall~"
Save us all, tell me life is beautiful. Mirror, mirror on the wall~"
Potongan lyric Keane diatas ga ada hubungannya sama sekali dengan apa yang sedang mau gue cerita di post ini. Tiba - tiba aja keputer di itunes.
Since i haven't written anything on this blog about unnecessary things to talk. Then i started to think why don't i tell you about the awesomeness of my childhood, sound boring right?. But hey, you know what? i dont insist you to read this. by clicking that link you found somewhere, i know that you curious about what things that i write down on this blog. Don't you?
So, let's get started from....
Seperti yang bisa lo lihat, tepat di kanan layar komputer lo ada nama gue. Ardy Nadyanto Syahputra, dulu gue pikir kenapa nama depan gue cuma 4 huruf, sedangkan nama temen - temen atau keluarga gue kebanyakan nama depannya 5 huruf. misalnya aja nama abang gue Dimitri ( bagus ye, nama orang rusia) dipanggilnya Didit, adek gue Fauzi, sepupu gue Indah, coba lo itung berapa huruf. gue tau banget, pasti dipikiran lo sekarang lagi sekelibat lewat pertanyaan "emangnya kenapa?". Buat gue, banyaknya huruf di nama depan itu menguntungkan. Kenapa? karena dulu lagi happening sama nugget alphabet. Iya, gak penting.
Dari kecil gue udah di ikut sertain dalam Taman Pembelajaran Al-Qur'an, belajar mengenal huruf Hijaiyah. Awalnya gue ga ada tertariknya sama huruf Hijaiyah, karena emang yang gue pelajarin bukan alphabet dan cara membacanya yang dari kanan ke kiri. Mungkin itu hal yang buat gue mandeg di Iqra selama 1 tahun. Seiring berjalanya waktu gue mulai terbiasa dengan huruf Hijaiyah, mulai belajar solat, dan lebih mengenal agama gue. Disuatu sesi dalam belajar solat gue menemukan sesuatu didalam bacaan doa Iftitah yang bunyinya "INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN." nemuin apa yang gue maksud?. Ya, Wal Ardha. Sejak pelafalannya nyerempet - nyerempet nama gue, gue mulai nyoba memberanikan diri buat nanya ke guru ngaji gue. "Bu, Wal Ardha itu ada hubungannya ga ya sama nama saya?" kata gue, "ehm, ada ko. Artinya Bumi, mungkin karena nama kamu Ardy makanya kamu bulat seperti bumi" ucapnya dengan penuh senyum. Bilang aja gendut.
Semenjak saat itu gue mulai nyari arti nama tengah dan belakang gue. Sampai dirumah gue langsung buru - buru nemuin nyokap gue buat nanyain "hari ini makannya apa?". hehe, bercanda. Gue tanya ke nyokap "artinya Nadyanto itu apa?" nyokap langsung jawab "gabungan nama ibu sama mbah kakung". gue langsung berfikir, "trus nama bokap kenapa ga digabung?". Mungkin itu kenapa diantara gue, abang gue dan adek gue yang paling mirip mukanya sama nyokap cuma gue.
Jadi, berdasarkan arti yang terkumpul, gue mulai nyusun puzzle yang tadinya berantakan buat jadi satu arti. Dan akhirnya gue berhasil menyusunnya menjadi "Seorang anak laki - laki yang menjadi tumpuan keluarga" kira kira begitu. Tapi, pas gue nanya pas sama nyokap kenapa namain gue Ardy, dia jawab "sebelom ngelahirin kamu, ibu lagi nonton Bulutangkis, yang main namanya Ardy siapa gitu, ibu lupa". Gue diem. Ternyata nama Ardy itu bukan karena nyokap tau artinya apa, tapi emang lagi ke sem - sem sama atlet.
No comments:
Post a Comment